Bis Surat, Pak Pos, dan Benda Pos

Bis Surat di depan Kantor Pos Bandung

Apakah yang dimaksud dengan surat? Surat adalah sarana komunikasi  untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain.  Pada umumnya, dibutuhkan perangko dan amplop sebagai alat ganti bayar jasa pengiriman.  (id.wikipedia.org)

Sewaktu saya berjalan-jalan di sekitar alun-alun kota Bandung saya melewati Kantor Pos Besar dan di depannya, tersembunyi, terletak di sudut bangunan sebuah bis surat. Nampaknya sudah jarang atau barangkali tidak ada lagi orang yang memasukan surat ke dalam bis surat ini.

Di beberapa tempat di Kota Bandung ada ditemukan bis surat semacam ini, misal yang paling saya tahu satu masih ada yaitu di sudut jalan Ahmad Yani dan jln Kiaracondong Cicadas Bandung. Nasibnya sama sudah karatan dan cenderung jarang dipelihara.

Apakah masa kejayaan pengiriman surat lewat pos sudah berakhir? dan secara serta merta bis surat juga tidak terpelihara? tidak tahu persis. Data menyebutkan bahwa dari ‘Tempo Interaktif’ bulan Desember 2010:  “Kementerian mencatat terjadi penurunan surat biasa yang dikirim lewat pos, dari 300 ribu surat (2004) menjadi 20 ribu surat (2009). Produksi paket biasa juga menurun, dari 300 ribu (2004) menjadi 20 ribu (2009)”

Bis surat adalah warisan zaman kolonial Belanda,  saudara bis surat ini ada di negeri kincir angin sana seperti di bawah ini.

Brievenbus

Heheheh.. saudaranya lebih necis ya.

Bagaimana petugas Pos atau lebih populer disebut Pak Pos pada zaman dahulu seperti di bawah ini

Pak Pos dengan bis surat yang diletakan di stang sepeda ontel. Koleksi Tropenmuseum

Juga sekelompok Pak Pos berfoto bersama di depan Kantor Pos seperti di bawah ini

Sekumpulan Pak Pos di Kantor Pos Kisaran. Koleksi Tropenmuseum. 1900-1926

Lanjut, di depan Kantor Pos Besar Bandung itu sejak dahulu banyak pedagang benda-benda pos, kemudian pada kesempatan itu saya menanyakan kartupos, warkatpos, weselpos, dan lainnya, ternyata hanya amplop, kertas surat, prangko, dan malahan alat tulis berupa ballpoint. Yang ada hanya kartu pos bergambar di bagian belakangnya ada gambar Gedung Sate. Sedangkan gambar kartu pos di bawah ini adalah hasil searching di google.

Sebuah kartupos halaman alamat dan halaman belakang tanpa gambar untuk berita

Ini kartu pos yang di bagian belakangnya ada gambar Gedung Sate Bandung

Gambar belakang sebuah kartupos

Kalau warkatpos sudah tidak lagi dijual terpaksa saya searching lagi di google, seperti di bawah ini.

Sebuah warkatpos

Barangkali iya saya tidak menggambarkan seluruh kegiatan pengiriman surat lewat pos di Indonesia tapi setidaknya sebagai kenyataan bahwa semakin berkurangnya orang berkomunikasi menggunakan surat lewat pos.

Ada baiknya disimak:  “Dalam rangka menyambut hari Filateli Indonesia yang jatuh pada 29 Maret 2011, PT Pos Indonesia Kebon Rojo Surabaya menyediakan mobil Pos Keliling ke sekolah-sekolah. Tujuannya untuk mengajak siswa belajar dan mengenal lebih jauh tentang benda pos, bagaimana berkirim surat dengan menggunakan perangko dan menghidupkan kembali semngat berkirim surat melalui pos.  Siswa diajak menulis surat untuk kerabatnya dan kemudian memasukkanya ke dalam amplop buatan mereka sendiri dengan ditempeli perangko bergambar foto diri masing-masing. Kemudian mereka belajar untuk mengirimkan surat tersebut lewat mobil Pos Keliling.” (kabarindonesia.com)

Bravo PT Pos Indonesia!

About these ads

2 responses to “Bis Surat, Pak Pos, dan Benda Pos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s