Menghendaki Cara Pemotongan Hewan yang Benar

Tiba-tiba saja kita di Indonesia dikejutkan oleh pemberitaan di media koran atau TV bahwa negara Australia menghentikan sementara impor sapi hidup ke Indonesia alasannya karena banyak rumah pemotongan hewan memperlakukan hewan yang akan disembelih secara tidak “manusiawi” bahkan dikategorikan sadis.

Masalah utama sebetulnya bukan distop impor sapi dari Australia sebab kemungkinan banyak negara lain yang akan menggantikannya, bahkan “gagah-gagahannya” agar supaya produksi hewan potong di dalam negeri bisa mencukupi kebutuhan akan daging. Meskipun pada kenyataannya wallohu alam sebab kalau saja mampu mengapa tidak dari dulu menggalakan hewan potong dari negeri sendiri.

Yang menjadi masalah adalah cara kita memperlakukan hewan yang akan disembelih adalah tidak benar, tidak “manusiawi”, bahkan sadis, padahal dengan notabene perlakuan kita terhadap hewan yang akan disembelih sudah dilakukan begitu secara turun temurun. Dan perlakuan tersebut telah kita yakini betul, benar, dan tidak menyiksa hewan tersebut, apalagi sadis.

Nah, ternyata yang dikatakan baik itu perlu pendapat orang lain, dalam hal ini perlu orang luar supaya bisa melihat masalah dengan benar tidak baik menurut dewek saja. Seperti bisa kita lihat di youtube dimana perlakuan salah satu RPH di Indonesia memperlakukan hewan yang akan disembelih dengan sadis. Bahkan mungkin kalau mau dirunut sejak hewan impor mulai diturunkan dari kapal, pengangkutan dengan truk, dan saat sebelum pemotongan. Bahkan ada oknum jagal yang menendang-nendang, memukul, mendorngnya beramai-ramai supaya berdebum ke bumi, kemudian diikat keempat kakinya, lalu memasukan gelondongan kayu diselangkangan, terakhir baru dihabisi nyawanya. Secara umum, minus menendang dan memukul, kita memperlakukan hewan yang akan disembelih adalah seperti itu. Termasuk juga saat penyembelihan hewan qurban setiap hari raya iedul adha.

Ternyata cara-cara penyembelihan yang telah kita tahu bahwa menyembelih hewan karena Allah, harus membaca doa, pisau yang tajam, jangan menyakiti hewan, dan perlakukan dengan cepat masih belum memadai untuk memperlakukan hewan secara manusiawi.

Barangkali memang iya kita perlu waktu, perlu biaya untuk meng-upgrade rumah pemotongan hewan, balum lagi cara kita memperlakukan hewan qurban, tentunya perlu memperbaiki agar kelak kita tidak dipersalahkan Allah SWT dalam memperlakukan sesama mahlukNya.

Kalangan Muslim Australia menyayangkan perlakuan sadis atas sapi yang akan disembelih, dan juga MUI menyatakan bahwa yang diprotes oleh Australia itu juga ditentang oleh umat Islam Indonesia.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s