Cara Anak Bersalaman

Metro Bandung, 28-Jan-09 | 3:08 AM

Sebelumnya saya tidak banyak menaruh perhatian pada masalah cara bersalaman. Baru tertarik ketika salah seorang kakak menyatakan bahwa beliau merasa tidak nyaman bersalaman dengan cara sekarang. Cara sekarang dimaksud adalah cara berjabat tangan dimana anak-anak atau yang lebih muda mencium tangan yang lebih tua. Juga cara bersalaman dengan cara berangkulan mengenakan pipi kiri dan pipi kanan.

Meskipun beliau menyatakan berkali-kali bahwa “Ini pendapat pribadi Akang!” tapi tak urung hadirin yang turut mendengarnya cukup mengerutkan dahi dan merasa aneh. Saya juga merasa demikian akan tetapi sambil berpikir, mengapa kakak berpendapat begitu? Apa salahnya dengan cium tangan dan berangkulan dalam cara bersalaman?

Cara adalah jalan melakukan sesuatu, salam adalah damai, pernyataan hormat. Untuk mengekspresikan salam damai atau perasaan hormat jika dua orang bertemu yang paling lumrah dilakukan atau dimengerti universal yaitu dengan cara saling memberi salam dengan cara berjabatan tangan. Adapun caranya yang paling lumrah dan lazim yaitu tangan bertemu tangan, saling menggenggam, posisi badan sama-sama berdiri, mata tertuju pada mata. Cara bersalaman ini yang paling mudah dilakukan hampir semua orang.

Adapaun bersalaman dengan cara mencium tangan dan berpelukan sambil saling mengenakan atau menempelkan kedu belah pipi, adalah cara yang tidak begitu lazim dilakukan oleh umum. Meskipun dianggap tidak atau belum menjadi kebiasaan umum akan tetapi cara ini mulai dianggap wajar dan sama maksudnya yaitu untuk mengekspresikan salam damai atau perasaan hormat.

Khususnya cium tangan adalah tanda penghormatan dari anak-anak kepada orang tua, murid kepada gurunya, atau kalau dilingkungan pesantren santri kepada kiai atau kepada ustadnya. Sedangkan sebagian orang berpendapat atau merasa apabila bersalaman dengan cara berpelukan dan mengenakan kedua belah pipi adalah menunjukkan lebih akrab.

Kelihatannya budaya jabat tangan dengan disertai cium tangan sudah diajarkan guru kepada muridnya terutama ketika masih duduk di bangku pra sekolah yaitu TK. Cara guru mengajarkan mencium tangan dilakukan saat masuk kelas atau ketika akan pulang. Sedangkan di rumah pun anak-anak oleh orang tuanya diajarkan bersalaman dengan cara mencium tangan, dan nampaknya tidak ada masalah karena dianggap lebih baik dibanding hanya dengan cara bersalaman saja.

Tentu saja budaya cium tangan meninggalkan beberapa pertanyaan misalnya apakah bersalaman ini dilakukan hanya terhadap orang tuanya saja atau gurunya saja? Apakah bersalaman dengan cara mencium tangan ini dapat dilakukan seorang anak terhadap orang asing, sebutlah dalam pergaulan internasional misalnya? Apakah seorang istri harus mencium tangan suaminya, atau sebaliknya kalau tidak begitu malahan dianggap tidak menghormati. Bukankah ini bentuk ketidak setaraan atau diskriminasi?

Seharusnya jika ingin menjawab pertanyaan tersebut harus ditanyakan kepada kakak mengapa merasa tidak nyaman kalau bersalaman dengan cara mencium tangan, dan berangkulan mengenakan pipi kiri dan pipi kanan.

Apakah trend cara bersalaman saat ini sudah disepakati bersama yaitu untuk anak terhadap yang sudah tua dengan cara mencium tangan, atau sesama orang tua berangkulan mengenakan pipi kiri dan pipi kanan.

Apabila tidak bersalaman dengan cara begitu dianggap tidak sopan, tidak mengikuti trend, atau tidak tahu etika pergaulan? Atau sebaliknya apabila bersalaman dengan cara begitu dianggap sopan, dianggap mengikuti trend, atau dianggap tahu etika pergaulan?
Apakah ini budaya Timur Tengah atau Arab, atau pergaulan cara Islam. Bagaimana kalau nabi Muhammad bersalaman?

Memang menjisakan pertanyaan, barangkali ada yang bisa membantu?

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s